Bayang – Bayang Tapering Buat Rupiah Rontok ke Rp 14.312

Nilai tukar Rupiah saat ini berada pada posisi Rp 14.312 per dolar AS pada perdagangan pasar spot di hari Kamis 30 September sore. Posisi ini melemah sebesar 0,14 persen dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya, yaitu Rp 14.292 per dolar AS.

Begitu pula dengan kurs referensi Bank Indonesia atau BI, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor yang menempatkan rupiah pada posisi Rp 14.321 per dolar AS atau melemah dari perdagangan sebelumnya, yaitu Rp 14.307 per dolar AS.

Sementara, kebanyakan mata uang di Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Bisa dilihat dari yuan China yang menguat 0,12 persen, ringgit Malaysia yang melemah 0,05 persen, dan rupee India yang melemah 0,13 persen.

Lalu, peso Filipina melemah 0,14 persen, yen Jepang menguat 0,05 persen, won Korea Selatan melemah 0,17 persen, dolar Singapura menguat 0,01 persen, dan baht Thailand menguat 0,33 persen.

Selanjutnya, mayoritas mata uang di negara maju melemah terhadap dolar AS. Tercatat, dolar Kanada menguat 0,26 persen, poundsterling Inggris menguat 0,06 persen, dan euro Eropa menguat 0,01 persen.

Analis Asia Valbury Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah karena pasar mengantisipasi potensi tapering off yang akan dilakukan The Fed pada akhir tahun ini.

“Dolar AS menguat karena sentimen tapering,” ungkap Lukman. Tapering off sendiri memiliki arti mengurangi stimulus moneter yang dikeluarkan oleh bank sentral saat perekonomian sedang terancam dan membutuhkan banyak suntikan likuiditas.

Likuiditas sendiri bisa diberikan dengan memangkas suku bunga acuan bank ke level yang sangat rendah sampai dengan nol persen.

Hal ini dibutuhkan untuk mendorong pelaku usaha dalam mengajukan kredit sehingga uang tetap beredar di masyarakat. Selain itu, likuiditas juga bisa diberikan dalam bentuk pembelian surat utang negara.

Pembelian ini dilakukan demi memastikan pemerintah mempunyai likuiditas yang cukup untuk menangani ketidakpastian ekonomi.

Sementara, Lukman menyebut tak ada sentimen dari dalam negeri yang mempengaruhi pergerakan rupiah secara signifikan. Ia meramalkan rupiah masih melemah pada perdagangan besok.

“Mungkin akan sampai rapat The Fed bulan depan, di mana The Fed diperkirakan melakukan tapering,” jelas Lukman.

Menurutnya, rupiah masih bergerak di area Rp14 ribu per dolar AS pada Jumat (1/10). Tepatnya, rupiah akan berada dalam rentang Rp14.275 per dolar AS hingga Rp14.450 per dolar AS.