Jakarta Fashion & Food Festival 2021, Sedia Batik Hingga Aksesoris

Beberapa pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM bangkit bersama dalam memamerkan hasil karya mereka dalam ajang Jakarta Fashion & Food Festival atau JF3 2021.

Lokasinya ada di koridor Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG) 3, pameran JF3 dengan eksibisi Fashion Village menampilkan 50 pelaku UMKM yang terpilih melalui sistem kurasi yang ketat.

Adanya pameran ini membuat pengunjung diharapkan bukan hanya melengkapi koleksi fashion mereka namun juga mendukung para pelaku UMKM dengan cara #BeliKreatifLokal dari hasil karya industri kreatif lokal seperti kain, busana siap pakai, aksesori, dan lain-lain.

Salah satunya dengan membeli produk dari tenan Batik Wayang Sakti. Stefanie Wang, pemilik Batik Wayang Sakti, mengaku gelaran JF3 telah memacu semangat para pengrajin untuk memulai produksi dan memamerkan karya-karyanya.

“Batik Wayang Sakti memiliki produk lengkap. Dari tusuk konde, anting, kalung, tas, selop, semua buatan dari pengrajin lokal semua. Sampai ke kasut manik-manik dibuat dari handmade, satu per satu, sarung batik tulis juga dari pengrajin-pengrajin batik, ungkap Stefanie.

Proses pembuatan produk kreatif lokal di Batik Wayang Sakti dilakukan secara manual oleh para pengrajin yang tersebar di Jakarta, Tasikmalaya, Yogyakarta, Solo, dan Bali.

Hal ini menghasilkan produk dengan kualitas premium dan tahan lama. Produk berkelas ini bisa didapatkan mulai harga Rp300.000,00 hingga jutaan rupiah.

Dengan membeli produk lokal berkualitas, maka kita telah mendukung Gerakan Nasional #BanggaBuatanIndonesia. Produk premium juga ditawarkan oleh tenan Apip’s Batik.

Pelaku UMKM asal Yogyakarta ini memiliki produk dengan ciri khas khusus, yakni menghadirkan berbagai motif daerah di pelosok negeri namun dengan pewarnaan modern.

“Untuk event JF3, kami menghadirkan kain sutera untuk kain selendang, bahan baju, serta bahan katun. Lalu ada pula kemeja pria lengan pendek dan lengan panjang yang kebanyakan terbuat dari batik dan sutera,” ungkap Tirta, salah satu karyawan di tenan Apip’s Batik.

Berbagai macam kemeja pria serta kain bahan dari Apip’s Batik bisa didapatkan mulai dari harga Rp250.000,00 hingga jutaan rupiah. “Harga baju dan kain tergantung dari kualitas bahan dan proses dalam membatik,” lanjut Tirta.

Gelaran JF3 memang bertujuan mengajak pelaku industri kreatif untuk bersama-sama bangkit, serta melakukan usaha untuk mendorong kemajuan industri fesyen Indonesia di masa pandemi.

Soegianto Nagaria, Chairman JF3,  berharap  pameran ini dapat memberi manfaat nyata secara langsung kepada seluruh pelaku usaha skala kecil dan menengah seperti pembatik, penenun, dan artisan lainnya.

“Tujuan yang paling penting, kalau orang sudah mulai membeli, teman-teman UMKM akan semangat jualan lagi sehingga roda bisnis memutar,” paparnya.

Dengan semangat #JF3TogetherWeAreStronger, JF3 mengajak Pemerintah, sponsor, pelaku industri kreatif, dan ritel untuk bersama-sama berperan dalam mendorong kelangsungan hidup industri mode Indonesia.

JF3 sendiri merupakan hasil kolaborasi antara PT Summarecon Agung Tbk dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Bagi pengunjung JF3, jangan lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 6M, mulai dari menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, dan menghindari makan bersama.